Allah Membawamu Sejauh Ini Bukan Hanya Untuk Gagal

 

Allah membawamu
Image: pexels.com/tamar-willoughby


 

Seorang pria merasa menyesali keputusannya yang gegabah belasan tahun lalu untuk tidak melanjutkan kuliah, lantaran tergiur dengan pekerjaan yang ia pernah terima. 

Ia kini melihat beberapa teman-teman seangkatannya yang sudah memiliki kehidupan yang berbeda, dengan posisi dan pekerjaan yang mereka jalani masing-masing. 

Bukan hal baru lagi jika seseorang berhenti di tengah jalan, di mana ia memilih untuk berhenti oleh karena ia tahu bahwa dia akan gagal dan tidak mampu untuk tetap maju. 

Dalam hidup ini akan selalu ada dua tawaran di mana kita akan dihadapkan kepada pilihan untuk undur atau memiliki jalan yang kelihatan enak atau baik, tapi sebenarnya lain. 

Harun pernah memilih cara yang “agak laen” di mana ia sebagai satu pemimpin yang paling bertanggungjawab atas ketidakhadiran Musa pada waktu itu (Keluaran 32), justru jatuhkepada penyembahan berhala. 

Harun bukan orang biasa (awam) ia adalah kakak dari Musa Pemimpin yang dipercaya oleh Tuhan untuk membawa orang Israel keluar dari tanah perbudakan dari Mesir. 

Namun Harun terperdaya dan memilih untuk mengikuti arus dan keinginan banyak, tanpa memikirkan Allah dan kehendakNya. 

Apa yang dialami oleh Harun bukanlah sesuatu yang biasa saja, namun ini adalah hal yang luar biasa, atau istilah sekarang “di luar nurul”. 

Iman kita bukan saja diuji ketika kita sedang kuat dan baik-baik saja, namun ketika situasi tidak sedang baik-baik saja pun justru iman kita tetap harus solid. 

Hidup ini akan selalu menawarkan pilihan-pilihan yang mudah dan pilihan-pilihan yang sebaliknya. Pilihan yang sulit dan berisiko tentu memiliki konsekuensi terhadap orang seseorang. 

Namun bukan berarti memilih hal yang keliru adalah keputusan yang harus diambil. Harun melakukan dosa yang mana Allah sudah berfirman “Jangan ada ilah lain untuk disembah”(Keluaran 20:3). 

Butuh ketegasan untuk menolak pilihan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan sekalipun itu pilihan mayoritas dan tidak satupun pendukung yang berdiri untuk menyokong kita. 

Tapi ketahuilah bahwa Allah marah terhadap sikap Harun dan kepada orang Israel sekalipun itu adalah pilihan orang banyak. 

Kita harus lebih memilih Tuhan daripada memilih keinginan diri sendiri. Ada harga yang harus kita bayar untuk sebuah ketegasan terhadap pilihan iman kita. 

Allah tidak menuntun umatNya keluar dari tanah Mesir hanya untuk menyembah sesembahan lain di luar diriNya. 

Allah tidak memaksudkan panggilanNya terhadap umat yang Ia pimpin dan tolong untuk melakukan hal-hal berseberangan dengan sabdaNya. 

Iman itu harus bertumbuh, ketaatan pun juga harus bertumbuh. Iman tidak bertumbuh dengan baik, apabila kita kompromi dengan dosa, dan menganggap bahwa itu bukanlah sebuah perlawanan terhadap kehendak Allah. 

Allahlah yang membawa umatNya keluar dari kesusahan dan kesulitan yang besar bukan orang Israel. 

Allahlah yang menyelamatkan umatNya dari kejaran tantara Mesir pada malam penyeberangan laut Teberau. 

Panggilan apa yang kita sedang jalani dan hidupi sekarang ini? Kepercayaan apa yang kita peroleh dari Tuhan, hingga anda berada di tahap ini? 

Sepadankah pemberontakan kita terhadap apa yang Allah sudah perbuat dalam hidup kita? Tindakan Harun adalah sesuatu yang Musa anggap sangat serius, hingga mereka menanggung dampak yang serius pula. 

Panggilan Allah di dalam diri kita, tidak boleh direspons dengan biasa dan setengah-setengah. Allah menyelamatkan kita dengan kasih yang utuh dan murni, tidak layak direspons dengan buruk. 

Allah tidak membawa kita sejauh ini hanya untuk menyakiti dan melawan Dia. Allah tidak menuntun kita hingga ke tahap ini hanya untuk menentangNya. 

Allah menuntun dan membawa kita sejauh ini untuk lebih lagi mendengar dan menikmati persekutuan denganNya lebih dalam dan lebih baik. 

Apapun yang anda alami dan lalui, taat kepada Tuhan lebih dari segala sesuatu adalah prioritas hidup kita.

Mimpi apa yang sedang menanti di depan anda? Pastikan bahwa anda semakin dekat dan melekat dengan Tuhan. 

Pergumulan apa yang sedang anda hadapi, percayalah bahwa memilih jalan Tuhan dan memihak kebenaran adalah hal yang harus anda lakukan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

0 Response to "Allah Membawamu Sejauh Ini Bukan Hanya Untuk Gagal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel